RILIS INDONESIA.Com – Bandar Lampung -Seorang pria, Rustam (40), diduga mengalami gangguan jiwa membunuh ayah kandungnya sendiri, Marso (67), di kediaman keluarga mereka di Kelurahan Rajabasa Jaya, Kampung Bayur, Kota Bandar Lampung, Jumat (21/11/2025) pagi. Peristiwa tragis ini dipicu penolakan Rustam terhadap ajakan sang ayah untuk bekerja ke kebun.
Korban ditemukan tewas dengan luka gorokan dalam di leher. “Korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka pada leher hampir putus akibat senjata tajam,” jelas Kapolsek Kedaton, AKP Budi Harto, Jumat itu.
Menurut Budi, usai melancarkan aksi mematikan, Rustam langsung melarikan diri membawa golok yang digunakan. “Tim Tekab sedang melakukan pengejaran,” tambahnya
Kapolsek menyebut pelaku diduga mengidap gangguan kejiwaan. “Keterangan warga menyebut pelaku mengalami depresi cukup lama. Pemeriksaan lanjutan baru bisa dilakukan setelah pelaku tertangkap,” ujar Budi.
Saksi mata, Sri Rahayu, yang merupakan adik ipar korban, mengisahkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Marso mengajak Rustam pergi ke Bengkunat, Pesisir Barat, untuk berkebun. “Bapak sempat bilang ‘ayo Tam, pulang ke gunung untuk berkebun, ikut Bapak ke Pesisir Barat’. Tapi Rustam tidak mau,” ujar Sri.
Setelah penolakan itu, kedua ayah dan anak tersebut masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, Sri mendengar suara keras dari dalam kamar. “Awalnya saya kira suara kayu jatuh. Tapi pas lihat darah muncrat, saya baru sadar kalau itu golok,” katanya yang mengaku langsung lari ketakutan menyaksikan pemandangan mengerikan itu.
Keluarga mengungkapkan, Rustam memiliki riwayat gangguan mental selama kurang lebih 15 tahun dan pernah menjalani perawatan. “Rustam memang sudah terganggu mentalnya sejak lama. Pernah dirawat dan diberi obat dokter,” kata Sri Rahayu.
Namun, kondisi Rustam dikhawatirkan memburuk karena ia berhenti mengonsumsi obat. “Bapak bilang enggak usah beli obat lagi karena merasa Rustam sudah sembuh, padahal dokter bilang tidak boleh putus obat,” tuturnya.
Kapolsek Kedaton memaparkan kronologi penyerangan. Setelah menolak ajakan bekerja, Rustam masuk ke kamar, mengambil golok, lalu mendorong ayahnya hingga terduduk sebelum akhirnya menggorok leher korban. “Pelaku hanya menyerang ayahnya sendiri,” tegas AKP Budi Harto.(Red)

