Rilis Indonesia.com – Lampung – SPBU Pertamina dengan nomor 24.351.126 yang berlokasi di Jalan P.antasari No 96, Kelurahan Kedamaian.Kota Bandar Lampung, kembali menjadi sorotan tajam dan menuai kecaman dari masyarakat. Pasalnya, SPBU yang sama diduga masih melayani praktik pengecoran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar secara leluasa pagi hari dan menjelang sore, seolah tidak jera dengan sorotan dan laporan yang telah ada sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, SPBU tersebut diduga terus menyediakan “barcode siluman” yang digunakan sebagai dalih untuk proses transaksi pengecoran BBM solar. Dengan adanya “barcode siluman” ini, para pengecor dapat dengan mudah mendapatkan pasokan BBM solar dalam jumlah besar tanpa harus mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku.
“Kami heran, kenapa SPBU ini seperti tidak tersentuh hukum. Padahal sudah sering dilaporkan, tapi tetap saja beroperasi dan melayani pengecoran BBM solar secara leluasa,apa lagi para Pengecor ini bisa masuk ke SPBU sudah pasti kegiatan ini di ketahui jelas dengan pengawasny inisial ( U”E) ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya karena khawatir akan intimidasi, Jumat (13 Februari 2026)
Warga juga menambahkan, praktik pengecoran BBM solar ini menyebabkan kelangkaan BBM solar subsidi bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Akibatnya, kami yang benar-benar membutuhkan BBM solar subsidi jadi kesulitan.dan sama saja dilakukan secara tertutup tidak ubah ny seperti Pencuri BBM subsidi Ini sangat merugikan kami,” keluhnya.
Masyarakat mendesak agar pihak Pertamina dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera bertindak tegas terhadap SPBU tersebut. Mereka meminta agar dilakukan investigasi mendalam dan menindak semua pihak yang terlibat dalam praktik pengecoran BBM solar ilegal.
“Kami meminta Pertamina dan group LAKSA serta APH untuk bertindak tegas. Jangan biarkan SPBU ini terus melanggar hukum dan merugikan masyarakat. Kami ingin BBM solar subsidi ini benar-benar sampai kepada yang berhak,” tegas warga.
Media ini akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak Pertamina, kepolisian, pemilik SPBU, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memastikan keadilan ditegakkan. (Tim)

