Pelaksanaan MBG di Sungkai Utara Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Kesesuaian Porsi dengan Juknis

ST YG Suntan
Oleh

RILIS INDONESIA.Com~Lampung Utara – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah mulia dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia.

Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah sekaligus menekan angka stunting dan kekurangan gizi.

Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, program tersebut mulai menuai sorotan. Sejumlah warga di Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, mempertanyakan kesesuaian porsi makanan yang dibagikan dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, dalam juknis disebutkan nilai anggaran per porsi MBG sebesar Rp8.000 untuk siswa TK hingga kelas 3 SD, dan Rp10.000 untuk siswa kelas 4 SD hingga tingkat SLTA. serta rp. 2000 untuk biaya sewa serta Rp 3000 biaya operasional.
Nilai tersebut diharapkan mampu memenuhi standar gizi yang telah ditentukan.

- Advertisement -

Rincian Komponen per Porsi:
Bahan Makanan: Rp8.000 (PAUD-SD3) / Rp10.000 (SD4-SMA).
Biaya Operasional: Rp3.000 (listrik, air, gas, insentif relawan).
Sewa/Fasilitas: Rp2.000 (dapur, peralatan masak). (Sumber CNBC Indonesia)

Namun selama bulan Ramadhan, sejumlah sekolah di Kecamatan Sungkai Utara, mulai dari tingkat SD hingga SLTA, dilaporkan menerima distribusi MBG dengan pola dua hari sekali ,jika dalam 1 porsi perhari adalah 10 ribu jadi taksiran MBG dalam 2 hari adalah 20 ribu ini perkiraan taksiran untuk Anak Sekolah kelas 4-SLTA.

Adapun menu yang diterima siswa pada hari rabu 25 februari 2026 dari sppg negaratu kecamatan sungkai utara pembagiannya antara lain satu porsi puding atau agar-agar, dua butir telur, satu buah kue kemasan, dan satu bungkus roti. Dari sumber yang diambil dari salah satu sekolah di sungkai utara bisa kita taksir total harga nya adalah Rp 12 ribu.
Dengan rincian taksiran :
2 butir telur perkiraan harga 4000 dengan asumsi perbutir Rp 2000
1 kue kemasan rp 1000
1 kemasan ROTI rp 2000
1 cup puding / agar2 rp 5000

Jika ditotal taksiran porsi yang ada tersebut adalah RP 12 ribu untuk 2 hari.
Pertanyaan nya jika kita ambil contoh untuk anak kelas 4 sampai dengan SLTA adalah 10 ribu maka dalam 2 hari jumlah per porsi ditaksir seharusnya senilai RP 20 ribu rupiah. Jika hasil taksiran perhitungan kita tadi adalah RP 12 ribu ada dugaan selisih sekitar 8000 rupiah. Kemanakah anggaran tersebut? Ini diluar angka 2000 untuk bahan baku dan 3000 untuk operasional.

Dari simulasi perhitungan diatas Program MBG di wilayah tersebut yang didistribusikan oleh SPPG Negara Ratu, Kecamatan Sungkai Utara. Beberapa pihak menilai perlu adanya evaluasi untuk memastikan apakah komposisi dan nilai porsi yang diberikan telah sesuai dengan standar juknis MBG, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas gizi.

Sebagai program yang dibiayai dari anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat, pengawasan publik dinilai menjadi bagian penting agar pelaksanaannya tepat sasaran dan transparan. Media dalam hal ini berupaya menyampaikan fakta di lapangan sebagai bentuk kontrol sosial, sementara penilaian akhir dikembalikan kepada masyarakat serta pihak-pihak berwenang untuk melakukan evaluasi.

Diharapkan, program MBG dapat terus diperbaiki dalam pelaksanaannya sehingga tujuan awal untuk membangun generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang benar-benar tercapai.(red)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *