RILIS INDONESIA.Com, Bandar Lampung, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah(DPW) Provinsi Lampung Perguruan Pencak Silat Kebudayaan Seni Silat dan Tari Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (KESTI-TTKKDH), Sumarna atau yang akrab disapa Kang Marna, melakukan silaturahmi dengan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, Kamis (4/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kang Marna didampingi Johan Alamsyah, S.E. dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. H. Marindo Kurniawan, S.T, M.M bersama Kepala Dinas Kominfo Provinsi Lampung Ganjar Jationo, S.E, M.AP Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung Achmad Saefulloh, S.H, M.H serta Kepala BKD Provinsi Lampung Rendi Riswadi.
Silaturahmi tersebut membahas berbagai persoalan generasi muda di Provinsi Lampung, diantaranya mencegah tawuran dan kegiatan negatif pelajar atau remaja yang belakangan menjadi perhatian serius masyarakat, terutama di Kota Bandar Lampung.
Ketua DPW KESTI-TTKKDH Lampung, Sumarna, menegaskan bahwa pencak silat dapat menjadi salah satu solusi positif dalam membina karakter generasi muda agar terhindar dari pergaulan negatif, kekerasan, maupun penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.
“ Anak-anak muda sekarang harus diberikan ruang kegiatan yang positif. Diantaranya melalui pencak silat, mereka tidak hanya belajar bela diri, tetapi juga diajarkan disiplin, etika, adab menghormati orang tua dan guru, menghargai orang lain serta mencintai budaya bangsa, serta prestasi terhormat,” ujar Kang Marna.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan penggunaan telepon genggam secara berlebihan turut mempengaruhi perilaku remaja sehingga banyak yang mulai menjauh dari nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal.
Ia mengatakan, KESTI-TTKKDH hadir tidak hanya sebagai organisasi seni bela diri, tetapi juga sebagai wadah pembinaan mental, moral, dan prestasi bagi generasi muda Lampung.
“ Kami ingin anak-anak muda sebagai generasi penerus harus memiliki kegiatan yang bermanfaat dan positif, sehingga tidak mudah terprovokasi melakukan kegiatan negatif ataupun tindakan yang merugikan masa depan mereka sendiri,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Johan Alamsyah, S.E. menyampaikan pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat, perguruan silat, dan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung dalam menjaga stabilitas sosial serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Provinsi Lampung.
Menurutnya, pembinaan generasi muda sebagai generasi penerus harus dilakukan secara bersama-sama melalui pendekatan seni budaya, pendidikan, olahraga, menjaga solidaritas keberagaman dan kegiatan penguatan karakter, menuju Indonesia Emas Tahun 2045.
Selain aktif melakukan pembinaan masyarakat, KESTI-TTKKDH Lampung juga diketahui telah memiliki kepengurusan di 15 kabupaten/kota dan tercatat secara resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung.
Menutup pernyataannya, Kang Marna mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Lampung untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, tidak mudah terpecah belah oleh adu domba berbagai isu yang dapat memicu konflik sosial.
“ Lampung ini adalah rumah kita bersama. Kita yang merasakan. Mari kita jaga kedamaian, menjaga persatuan, dan tetap saling menghormati satu sama lain demi terciptanya Lampung yang aman, damai, dan kondusif,” pungkas kang Marna. (***).

