RILIS INDONESIA.Com~Lampung Utara-Empat pelaku yang masih satu keluarga warga Kabupaten Lampung Utara ditangkap polisi. Mereka ditangkap atas kasus pembegalan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Adapun identitas keempatnya yakni AH(30), SP (31), MI (35) dan SC (19).Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel mengatakan pengungkapan kasus tersebut dilakukan atas penyelidikan dari laporan korban.
“Empat pelaku berhasil diamankan di lokasi yang berbeda pada Selasa malam. Mereka ditangkap setelah tim memperoleh informasi mengenai keberadaan para pelaku,” katanya, Rabu (22/7/2026).
Ia juga membenarkan para pelaku ada hubungan keluarga. Saat ini keempatnya masih dilakukan pemeriksaan.
“Iya kelompok ini masih satu keluarga, jadi ada yang suami istri lalu lainnya ini saudara,” jelasnya.
Adapun modus pembegalan yang dilakukan kelompok tersebut kata Ivan dengan cara menjebak korban melalui aplikasi MiChat.
Peristiwa pembegalan sendiri terjadi pada Jumat (10/7/2026) pukul 00.30 WIB di Jalan Talang Bojong, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara.
“Korban inisial DR, sebelumnya berkenalan dengan seorang perempuan melalui aplikasi Michat dan kemudian sepakat bertemu. Saat mengantar perempuan tersebut pulang, korban tiba-tiba dihadang sejumlah pelaku yang mengaku sebagai kakak dari perempuan itu,” jelasnya.
“Pelaku kemudian mengancam korban menggunakan airsoft gun. Korban selanjutnya dibawa menggunakan mobil, sementara motor Honda BeAT miliknya dibawa kabur oleh para pelaku. Selain sepeda motor, korban juga kehilangan KTP dan sebuah helm,” tambah Ivan.
Dari hasil penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza bernomor polisi BE-1435-KY, satu pucuk benda yang diduga menyerupai pistol, empat unit telepon genggam, satu KTP milik korban, serta sebuah helm.
Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban maupun lokasi kejadian lain yang berkaitan dengan komplotan tersebut.(Red)

