Sidang Parlemen Kosovo Ricuh, Anggota Oposisi Lempar Telur ke Albin Kurti

Redaksi MRI
Oleh
3 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com – Pristina, – Pelaksana Tugas (Plt) Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti menjadi sasaran lemparan telur saat menghadiri sidang parlemen. Aksi tersebut dilakukan seorang anggota parlemen dari kubu oposisi di tengah kebuntuan politik yang masih melanda negara Balkan tersebut.

Dilansir Reuters dan DW, Senin (10/8/2026), insiden itu terjadi di gedung parlemen Kosovo Sabtu (8/8/2026) waktu setempat. Saat itu, Kurti tengah memberikan penjelasan terkait penundaan pengajuan calon ketua parlemen.

Kurti mengatakan dirinya masih membutuhkan waktu untuk bernegosiasi dengan sejumlah partai politik sebelum mengajukan nama calon ketua parlemen. Langkah tersebut dilakukan setelah Kosovo menggelar pemilu dini pada Juni lalu.

“Kami belum mencapai kesepakatan politik. Oleh karena itu, demi menghindari pemilu baru, saya meminta tambahan waktu untuk mengajukan nama Ketua Parlemen,” ujar Kurti dari podium ruang sidang.

- Advertisement -

Namun, suasana sidang mendadak memanas. Anggota parlemen dari oposisi, Time Kadrijaj, mengeluarkan telur dari dalam tasnya lalu melemparkannya ke arah Kurti. Kadrijaj juga meneriakkan kata “Memalukan!” saat melakukan aksinya.

Kadrijaj merupakan anggota parlemen dari Alliance for the Future of Kosovo (AAK), partai oposisi berhaluan konservatif.

Anggota parlemen dari Partai Vetevendosje (VV), yang dipimpin Kurti, bersama petugas kepolisian kemudian bergerak mengamankan situasi. Sidang parlemen pun ditangguhkan setelah insiden tersebut.

Belum diketahui secara pasti apakah telur yang dilempar Kadrijaj mengenai tubuh Kurti. Menanggapi kejadian itu, Kurti mengatakan dirinya bersedia menerima hal semacam itu apabila menjadi bagian dari konsekuensi sebuah dialog politik.

Insiden tersebut terjadi ketika Kosovo masih menghadapi kebuntuan politik yang telah berlangsung selama hampir dua tahun. Negara kecil di kawasan Balkan itu bahkan telah menggelar tiga kali pemilu dalam kurun waktu tersebut.

Partai VV yang dipimpin Kurti memenangkan pemilu dini pada Juni lalu. Namun, partai tersebut hanya menguasai 58 dari total 120 kursi parlemen, sehingga masih membutuhkan dukungan partai lain untuk membentuk pemerintahan.

VV kini tengah bernegosiasi dengan Liga Demokratik Kosovo (LDK), yang memiliki 18 kursi parlemen. Dukungan partai-partai minoritas dari kelompok etnis juga dibutuhkan untuk mengamankan mayoritas pemerintahan sekaligus proses pemilihan presiden.

LDK diketahui menuntut posisi Presiden Kosovo sebagai bagian dari kesepakatan koalisi. Namun, sejauh ini Kurti belum menyetujui tuntutan tersebut.

Sementara itu, batas waktu konstitusional untuk memilih ketua parlemen telah berakhir, Jumat (7/8/2026). Kubu oposisi pun mengancam membawa persoalan tersebut ke jalur hukum terkait permintaan Kurti untuk memperoleh tambahan waktu dalam melakukan negosiasi politik.

Total Views: 0
Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *