Dosen IIUM Dipecat Setelah Klaim “Melayu Kuno Bisa Terbang” Viral

Redaksi MRI
Oleh
2 Menit Baca
Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM) memecat salah satu dosennya, Solehah Yaacob. (Foto: Instagram)

RILIS INDONESIA.Com – Kuala Lumpur – Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM) memecat salah satu dosennya, Dr. Solehah Yaacob.

Pemecatan dilakukan buntut klaim kontroversial yang ia lontarkan terkait peradaban Melayu kuno.

Salah satu pernyataan Solehah yang viral menyebut orang Melayu kuno memiliki kemampuan terbang dan bahkan mengajarkan “kungfu terbang” kepada masyarakat China.

Pernyataan itu memicu kritik dan cemoohan dari para sejarawan serta akademisi.

- Advertisement -

Melalui pernyataan resmi pada Minggu (23/8/2026), IIUM mengumumkan Solehah telah diberhentikan sejak 27 April 2025.

“Dia bukan lagi seorang profesor dan tidak berhak mengklaim asosiasi apa pun dengan universitas ini,” tegas Kantor Komunikasi, Advokasi, dan Promosi IIUM, seperti dikutip The Star dan South China Morning Post.

IIUM juga melarang Solehah menggunakan gelar, jabatan, atau nama institusi dalam kegiatan promosi, pemberitaan media, maupun publikasi ilmiah.

“IIUM berharap klarifikasi ini dapat mencegah kesalahpahaman dan menjaga integritas serta reputasi akademis universitas,” lanjut pernyataan itu.

Solehah sebelumnya menjabat sebagai profesor bidang bahasa dan linguistik Arab di IIUM.

Ia bukan kali pertama menuai sorotan. Pada November 2025, ia mengklaim bangsa Romawi kuno belajar teknik pembuatan kapal dari pelaut Melayu.

Klaim itu sampai memicu respons Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Datuk Seri Zambry Abdul Kadir, yang mengimbau akademisi agar tidak berbicara di luar bidang keahlian.

Terbaru, Solehah kembali membuat heboh dengan teori bahwa kekayaan bijih besi di Kedah berasal dari hujan meteor pada masa lampau.

Atas pemecatannya, Solehah mengajukan banding ke Pengadilan Industri Malaysia. Ia menuduh IIUM bersikap tidak profesional dalam mengambil keputusan.(detikcom/Ms/MRI)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *