RILIS INDONESIA.Com – Washington DC – Amerika Serikat (AS) melalui program Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar untuk informasi mengenai 14 petinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Para tokoh tersebut dituduh melakukan serangan bersenjata terhadap personel AS serta operasi siber terhadap infrastruktur penting AS.
Selain Mojtaba, daftar itu mencakup Ali Asghar Hejazi yang disebut sebagai wakil kepala staf kantor Pemimpin Tertinggi Iran, serta Yahya Rahim Safavi yang disebut sebagai penasihat militer pemimpin tertinggi.
Nama lain yang masuk daftar ialah Eskandar Momeni, Menteri Dalam Negeri Iran, dan Ahmad Vahidi yang disebut sebagai komandan IRGC. AS juga mencantumkan Ali Abdollahi, kepala Markas Pusat Khatamolanbia, serta Majid Khademi, komandan Kantor Intelijen IRGC.
Daftar tersebut juga memuat Sa’id Aghajani yang disebut sebagai komandan drone Angkatan Dirgantara IRGC dan Hamidreza Lashgarian, kepala Komando Siber Elektronik IRGC.
Selain itu, pengumuman AS mencantumkan beberapa pejabat yang identitasnya tidak disebutkan secara lengkap.
Mereka termasuk seorang sekretaris Dewan Pertahanan, penasihat pemimpin tertinggi, kepala kantor militer di kantor pemimpin tertinggi, penasihat kantor tersebut yang juga menjabat sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, serta seorang direktur Kementerian Intelijen dan Keamanan.
Menurut Turkiye Today, Kamis (27/8/2026), Rewards for Justice meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai para petinggi IRGC tersebut atau pemimpin unit di bawahnya untuk menghubungi pemerintah AS.
Dalam pengumumannya, pemerintah AS menyebut informasi dapat disampaikan melalui saluran pengaduan berbasis Tor atau aplikasi Signal. Informasi yang diberikan dapat membuat pemberi informasi memenuhi syarat menerima hadiah dan kemungkinan relokasi. (Turkiye/mriNews)

