Mencekam, Alarm Perang Berbunyi di Riyadh – Houthi Kirim Ratusan Drone & Rudal

Redaksi MRI
Oleh
4 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com – Riyadh, – Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengklaim melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal balistik ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi, serta sejumlah fasilitas energi di pesisir Laut Merah.

Dilansir BBC, Minggu (20/9/2026), otoritas Arab Saudi menyatakan pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang ditembakkan menuju Riyadh. Saudi belum mengonfirmasi serangan lain maupun adanya korban.

Sebelumnya, kepulan asap hitam terlihat membubung dari area tangki bahan bakar di dekat Bandara Internasional King Khalid. Aktivitas penerbangan di bandara tersebut sempat terganggu, dengan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan dan pembatalan.

Alarm serangan udara juga terdengar di Riyadh. Peringatan tersebut merupakan yang pertama sejak Houthi meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi pada Juli lalu.

- Advertisement -

Juru bicara militer Houthi, Yahya al-Sarea, mengatakan kelompoknya menggunakan “sejumlah besar rudal balistik dan jelajah serta drone” untuk menyerang “sasaran-sasaran sensitif” di Riyadh serta fasilitas perusahaan minyak dan gas Aramco di Yanbu.

Menurut Al-Sarea, serangan tersebut dilakukan “sebagai respons terhadap upaya kriminal musuh Saudi” untuk menyerang Sanaa, ibu kota Yaman yang saat ini dikuasai Houthi.

Houthi sebelumnya menuduh Arab Saudi melancarkan 300 serangan di berbagai wilayah Yaman selama sepekan terakhir. Tuduhan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Di sisi lain, juru bicara koalisi pimpinan Saudi mengatakan pertahanan udara juga menghentikan “upaya bermusuhan untuk menargetkan warga sipil” di Bish, Taif, Farasan, dan Yanbu.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kemudian mengeluarkan peringatan bagi warga AS di Timur Tengah. Washington meminta mereka “meningkatkan kewaspadaan” serta bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan dan gangguan perjalanan lainnya.

“Konflik militer ini berpotensi meningkat dengan cepat,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.

AS juga meminta warganya “mempertimbangkan kembali secara serius perjalanan ke dan melalui kawasan tersebut.”

Di Riyadh, seorang warga mengatakan kepada AFP bahwa dirinya terkejut ketika alarm berbunyi.

“Saya mendengar alarm, kemudian jendela saya bergetar. Itu benar-benar menakutkan. Saya tidak menyangka hal itu terjadi,” ujar warga berusia 27 tahun tersebut.

AFP juga melaporkan seorang jurnalisnya melihat petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api pada sebuah tangki bahan bakar Aramco yang terbakar.

Konflik ini berlangsung di tengah perang saudara Yaman antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta didukung Arab Saudi.

Menurut laporan AFP yang dikutip BBC, pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung Saudi pada Sabtu menewaskan 48 orang berdasarkan laporan yang belum dikonfirmasi secara independen. Houthi menyatakan 31 pejuangnya tewas, sementara sumber pemerintah menyebut 17 tentaranya meninggal.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada Jumat melaporkan jumlah warga yang mengungsi akibat pertempuran terbaru telah mencapai lebih dari 104.796 orang.

Ketegangan semakin meningkat setelah Houthi disebut baru-baru ini menguasai pelabuhan strategis Mokha dan Pulau Perim, yang menjadi pintu menuju jalur pelayaran penting di Laut Merah.

Houthi mengatakan blokade laut tersebut merupakan pembalasan atas blokade Saudi terhadap pelabuhan dan bandara di wilayah barat laut Yaman yang dikuasai kelompok tersebut.

Perkembangan ini menjadi perhatian pasar energi karena Laut Merah merupakan jalur yang digunakan Arab Saudi untuk mengirim minyak ke Asia dan Eropa.

Pada Jumat, JPMorgan mengatakan sulit memperkirakan dampak konflik terhadap harga minyak. Dalam catatan kepada investor, bank tersebut menyatakan, “kami benar-benar tidak tahu bagaimana memodelkan akhir konflik.” (*)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *