RIlis Indonesia.Com – Lampung – Aliansi Lampung Selatan Bersatu menggelar rapat konsolidasi lintas organisasi mahasiswa sebagai respon atas situasi nasional yang tengah memanas, khususnya terkait aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI sejak Senin (25/8/2025) lalu.
Pertemuan itu berlangsung di depan GOR Mustafa Kemal Kalianda pada Jumat (29/8/2025), dan dihadiri perwakilan sejumlah organisasi mahasiswa. Di antaranya, STAI (Reza), Universitas Muhammadiyah Kalianda (Widodo), Universitas Indonesia Mandiri (Evan), HMI (Sandi), PMII (Najmudin), IMM (Kelvin), serta KMHDI (Vino).
Koordinator Lapangan, Pandu Sang Bintang Pratama, menegaskan ada beberapa poin penting yang akan menjadi tuntutan aksi:
Tuntutan Aksi:
- Mendesak Kepolisian bersikap transparan dan tegas atas tindakan represif aparat.
- Membebaskan 951 mahasiswa/aktivis yang masih ditahan di berbagai daerah.
- Menuntut reformasi Polri secara menyeluruh.
- Meminta Kapolres Lamsel menyampaikan permohonan maaf atas tindakan brutal aparat.
- Menuntut Kapolres dan jajaran menggelar aksi seribu lilin serta doa bersama.
- Mendesak kenaikan gaji guru honorer.
- Menuntut pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa skema Omnibus Law.
- Revisi UU TNI dan Polri.
- Pengesahan RUU Perampasan Aset.
Menurut Pandu, aksi demonstrasi akan digelar Senin (1/9/2025) usai Dzuhur. Titik kumpul ditetapkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah, kemudian long march menuju Kejaksaan Negeri (Kejari), DPRD Lamsel, Pemda, Polres Lamsel, dan berakhir di Tugu Pancasila untuk menggelar doa bersama serta aksi seribu lilin.
“Aksi ini murni suara mahasiswa dan masyarakat. Harapan kami, tuntutan ini bisa segera direspons oleh para pemangku kebijakan, terutama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” tegas Pandu.
Ia menambahkan, estimasi peserta aksi dari kalangan mahasiswa sekitar 500 orang, belum termasuk dukungan dari Persatuan Perempuan yang Melawan dan masyarakat Lampung Selatan..(Red)

