RIlis Indonesia.Com – Lampung- Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Selatan Bersatu menggelar aksi damai dengan menyampaikan 11 tuntutan, terdiri dari delapan tuntutan nasional dan tiga tuntutan daerah.
Koordinator aksi, Andi Pratama, menjelaskan bahwa delapan tuntutan nasional yang dibawa merupakan isu besar di tingkat pusat. Karena itu, meski DPRD maupun Bupati Lampung Selatan menyatakan dukungan atau penolakan,
“Namun kami tetap menuntut agar DPRD Lampung Selatan dan Bupati Lampung Selatan menandatangani nota kesepahaman atas delapan poin nasional tersebut, ditambah tiga tuntutan daerah,” tegasnya.
“Salah satu tuntutan daerah yang
disuarakan adalah keterlibatan mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan dalam setiap rapat paripurna DPRD, khususnya pada proses pengambilan kebijakan.
“Kondisi rakyat semakin sulit, harga kebutuhan pokok mahal, banyak yang kesulitan makan. Ironisnya, DPR RI seolah tidak peduli.
Karena itu suara mahasiswa harus didengar,” lanjut Andi.
“Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Merik Havit, SH., MH., menegaskan komitmen DPRD Lampung Selatan untuk membuka ruang bagi mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam setiap agenda DPRD.
“Minggu depan, dalam agenda IPWK, kami akan membuktikan dengan mengajak adik-adik mahasiswa terlibat langsung,” kata Merik.
“Ia menambahkan, DPRD justru membutuhkan masukan dari mahasiswa dan masyarakat.
“Apa yang ingin diusulkan dan diperjuangkan, mari kita duduk bersama demi kemajuan Lampung Selatan,” ucapnya.
“Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, ST., MBA., turut menyampaikan apresiasi atas aksi damai tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah selalu terbuka terhadap kritik maupun masukan. “Kami hadir bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga mencari jalan terbaik untuk kepentingan masyarakat luas,” ungkapnya.
“Sementara itu, Kapolres dan Dandim 0421/LS mengingatkan agar aksi penyampaian aspirasi berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai aturan, demi menjaga situasi daerah tetap kondusif.
Pantauan di lapangan menunjukkan, aksi berjalan damai. Usai berdialog, massa menggelar doa bersama untuk almarhum Affan, korban tragedi di Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025, sekaligus mendoakan kemajuan Kabupaten Lampung Selatan. (HP-Red)

