Iyyas subiakto Soroti Isu BBM, Ojol, Dan Pajak Rakyat Ditekan Oligarki Dilindungi

Mika Prathama A.Md

RILIS INDONESIA.Com, Jakarta – Isu BBM kembali memantik perhatian publik. Viral beberapa hari terakhir, SPBU swasta disebut harus membeli pasokan melalui Pertamina karena jatah mereka habis. Menanggapi hal ini, pengusaha sekaligus YouTuber nasional Iyyas Subiakto menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat.

Menurut Subiakto, penjualan BBM oleh SPBU swasta hanya sekitar 2,3% dari total konsumsi nasional yang mencapai 55–60 miliar liter per tahun.
“Pertamina tidak akan terganggu. Kalaupun konsumen memilih Shell atau merek lain, itu karena kualitas. Pertamina masih menjual Ron 92, sementara Shell menambahkan additive untuk melindungi mesin,” jelasnya.

Ia menilai, persoalan ini bukan hanya soal kuota, melainkan juga kualitas dan sikap arogan pemerintah.
“Masak mobil Ferrari dipaksa pakai Ron 92? Kalau memang tidak mau bersaing sehat, ya tutup saja sekalian SPBU swasta. Pertamina masih bisa untung besar dari Ron 88,” ujar iyyas subiakto

Selain itu, Subiakto juga menyoroti isu larangan driver ojek online (ojol) membeli Pertalite karena statusnya sebagai BBM subsidi.
“Kalau benar ojol tidak boleh isi Pertalite, ini zhalim. Mereka sedang bertahan hidup di tengah ekonomi yang serba sulit, malah semakin ditekan,” tegasnya.

- Advertisement -

Ia pun mengkritisi rencana pembatasan BBM bagi pemilik kendaraan yang belum melunasi pajak. Menurutnya, langkah ini hanya menambah beban rakyat.
“Pajak kendaraan per tahun mencapai Rp86–88 triliun. Target tahun 2023-2024 tercapai, tapi 2025 hingga Agustus baru Rp36 triliun. Ini bukan rakyat tidak mau bayar, melainkan kondisi ekonomi sedang terjepit. Pemerintah jangan pura-pura tuli,” katanya.

Di sisi lain, Subiakto menyoroti potensi kebocoran negara yang jauh lebih besar.
“Transfer pricing ke Singapura ditengarai mencapai Rp1.600 triliun per tahun. Kenapa dibiarkan? Karena oligarki dan pejabat yang dipiara oligarki ikut menikmati. Rakyat dicekik, oligarki dilindungi,” tegasnya.

Mengakhiri pernyataannya, Subiakto melontarkan sindiran tajam terhadap kondisi Indonesia.
“Speechless… ini negara, atau cuma gara-gara? Negara seharusnya dikelola untuk rakyat, bukan justru sengaja diarahkan ke kekacauan,” pungkasnya.(Red)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *