RILIS INDONESIA.Com – Pulau Sumatera, Indonesia – Bencana hidrometeorologi parah berupa banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sejak akhir November 2025.
Bencana ini telah menyebabkan sedikitnya 104 orang meninggal dunia, puluhan lainnya masih dinyatakan hilang, dan ribuan warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus melakukan proses pencarian korban serta evakuasi warga.
“Beberapa akses jalan utama terputus akibat material longsor dan jembatan yang hanyut terbawa arus.
“Prioritas kami adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak serta memulihkan akses ke lokasi bencana,” ujar BNPB dalam keterangan resmi.
Di Sumatera Utara, ribuan rumah terendam dan sejumlah desa terisolasi. Sementara di Sumatera Barat, banjir bandang merusak pemukiman serta merenggut banyak korban jiwa. Di Aceh, pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dipicu oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan curah hujan di wilayah barat Indonesia. Badan tersebut mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah pusat menegaskan komitmen untuk mempercepat penanganan, termasuk pengiriman logistik, pos pengungsian, dan layanan medis darurat. Sementara itu, ribuan warga yang terdampak kini berharap bantuan datang lebih cepat dan akses ke wilayah mereka segera dipulihkan.

