57 Mahasiswa Ikuti Matrikulasi Magister Manajemen Universitas Saburai, Rektor Tekankan Kesiapan Akademik

Mika Prathama A.Md
5 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com, Bandar Lampung — Sebanyak 57 mahasiswa mengikuti kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Pascasarjana Program Magister Manajemen Universitas Saburai, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan awal bagi mahasiswa sebelum memasuki proses pembelajaran di jenjang magister.

Melalui matrikulasi, mahasiswa dipersiapkan untuk memahami lingkungan akademik sekaligus membangun pola pikir dan budaya belajar yang sesuai dengan tuntutan pendidikan pascasarjana.

Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, S.E., M.M., mengatakan matrikulasi tidak sekadar menjadi kegiatan pembuka perkuliahan.

- Advertisement -

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum untuk menyatukan visi sekaligus membangun kesiapan akademik mahasiswa sebelum menjalani proses pendidikan Magister Manajemen.

“Matrikulasi bukan sekadar kegiatan untuk mengawali perkuliahan. Matrikulasi merupakan pintu gerbang untuk membangun kesiapan akademik, pola pikir ilmiah, karakter kepemimpinan, serta budaya belajar di jenjang magister,” ujar Sodirin.

Ia mengatakan, mahasiswa yang memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Manajemen memiliki tantangan akademik yang berbeda. Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori manajemen, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan analisis dan mengambil keputusan secara tepat.

“Seorang magister manajemen tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga harus mampu berpikir strategis, mengambil keputusan berbasis data, berinovasi, membangun kolaborasi, dan menjadi pemimpin yang berintegritas,” katanya.

Sodirin menilai tuntutan tersebut semakin relevan di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat.

Digitalisasi, kecerdasan buatan, perubahan perilaku konsumen, persaingan global, isu keberlanjutan dan dinamika ekonomi membuat dunia manajemen membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif.

Karena itu, ia berharap mahasiswa Magister Manajemen Universitas Saburai tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja.

“Saya berharap mahasiswa Magister Manajemen Universitas Saburai tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi mampu menjadi pencipta peluang, penggerak perubahan, dan pemimpin organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga dibekali dengan pemahaman mengenai lima kompetensi utama yang penting dimiliki seorang manajer modern, yakni strategic thinking, leadership, innovation, digital competency, serta integrity and character.

Sodirin menjelaskan, kemampuan berpikir strategis diperlukan agar mahasiswa tidak hanya mampu membaca persoalan hari ini, tetapi juga melihat peluang dan tantangan di masa mendatang.

Sementara kepemimpinan, menurutnya, bukan semata-mata soal jabatan.

“Pemimpin bukan hanya orang yang memiliki jabatan. Pemimpin adalah mereka yang mampu memberikan arah, membangun kepercayaan, menggerakkan orang lain, dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil,” ujarnya.

Di sisi lain, mahasiswa juga didorong berani berinovasi dan menguasai teknologi. Namun, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, harus tetap diiringi dengan etika dan tanggung jawab.

“Teknologi harus tetap digunakan dengan etika, tanggung jawab, dan nilai kemanusiaan,” kata Sodirin.

Ia juga menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi dalam penerapan ilmu manajemen.

“Ilmu tanpa integritas dapat menjadi persoalan. Karena itu, Universitas Saburai berkomitmen membangun lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan berkarakter,” tuturnya.

Dorong Budaya Akademik

Selain pembekalan kompetensi, matrikulasi juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mulai membangun budaya akademik yang sehat.

Sodirin meminta mahasiswa memperbanyak membaca, berdiskusi secara kritis, berani bertanya dan aktif menghasilkan karya ilmiah.

“Bacalah lebih banyak. Berdiskusilah lebih kritis. Bertanyalah lebih berani. Menulislah lebih banyak. Dan lakukan penelitian yang memberikan manfaat nyata,” pesannya.

Ia meminta mahasiswa tidak menjadikan dosen sebagai satu-satunya sumber pengetahuan. Dosen, kata dia, harus dipandang sebagai mitra intelektual yang membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir dan menghasilkan pengetahuan baru.

“Jangan menjadikan dosen sebagai satu-satunya sumber pengetahuan. Jadikan dosen sebagai mitra intelektual yang membimbing saudara untuk menemukan dan mengembangkan pengetahuan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Saburai juga menitipkan tiga pesan kepada mahasiswa. Pertama, menjaga nama baik almamater. Kedua, membangun networking atau jejaring. Ketiga, menyelesaikan pendidikan dengan prestasi dan integritas.

Ia berharap mahasiswa tidak sekadar mengejar gelar akademik, tetapi juga mendapatkan kompetensi, pengalaman, jejaring dan kemampuan memberikan kontribusi.

“Jangan hanya mengejar gelar Magister Manajemen, tetapi kejarlah kompetensi, pengalaman, jejaring, dan kontribusi,” kata Sodirin.

Ia pun berharap matrikulasi tersebut menjadi titik awal untuk membangun kebersamaan sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi sumber daya manusia yang unggul, profesional, inovatif dan adaptif.

“Pendidikan magister bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal untuk memberikan kontribusi yang lebih besar kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Saburai, Dr. Ahiruddin, S.E., M.M., dalam laporannya menyampaikan sebanyak 57 mahasiswa mengikuti matrikulasi.

Saat ini, kata dia, jumlah mahasiswa aktif Program Magister Manajemen Universitas Saburai tercatat sebanyak 127 orang.

“Adapun jumlah lulusan Magister Manajemen hingga saat ini mencapai 6.440 orang.
Dari sisi tenaga pengajar, program tersebut didukung dua dosen bergelar profesor dan enam dosen tetap,” jelasnya.(*)

Total Views: 0
Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *