Luruskan Kabar yang Beredar, Puskesmas Way Urang: Daffa Sudah Terima Berbagai Bantuan Sejak Lahir

Mika Prathama A.Md

RILIS INDONSIA.Com, 3 Juli 2026 – UPT Puskesmas Way Urang menegaskan bahwa penanganan masalah gizi pada balita Daffa Al-Azril dari Desa Gunung Terang, Kecamatan Kalianda, telah dilakukan secara utuh dan berkelanjutan—bahkan dimulai sejak ibunya masih mengandung. Pernyataan ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

Kepala Puskesmas Way Urang, Yuliana, SST., MKM, menjelaskan bahwa sejak awal kehamilan ibunya, Ny. Desi Apriyani, sudah terdeteksi mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Sejak saat itu pendampingan dimulai: pemberian susu ibu hamil, tablet tambah darah, kalsium, edukasi gizi, serta pemeriksaan rutin yang didukung Pemerintah Desa Gunung Terang melalui Dana Desa.

Daffa lahir dalam kondisi baik pada 29 Juni 2024, dan layanan kesehatan langsung diaktifkan melalui BPJS sejak hari pertama.

Tetap Dipantau Meski Sering Berpindah Tempat

- Advertisement -

Yuliana menjelaskan, Daffa tidak menetap terus di desa. Sejak bayi hingga mendekati usia satu tahun, ia sering ikut ibunya bekerja ke Kalianda dan diasuh bergantian oleh keluarga. Meski berpindah lokasi, pantauan tidak pernah putus.

“Semua tercatat. Jika bantuan tidak bisa diserahkan langsung ke tangan ibu, kami titipkan kepada ayah atau kakeknya. Jadi tetap sampai ke anak,” jelas Yuliana.

Menjelang usia satu tahun, berat badan Daffa sempat turun dan masuk kategori gizi kurang, salah satunya karena keterbatasan kehadiran di Posyandu akibat kesibukan orang tua. Namun catatan menunjukkan ia tetap tercatat tiga kali ikut pemantauan, termasuk melalui mekanisme pindah lokasi pelayanan.

Berbagai Bantuan Telah Diberikan

Menanggapi hal itu, intervensi segera diperkuat:
Pemberian makanan bergizi (PMT Posgita) selama 12 hari langsung diantar ke rumah pada Mei 2025
Bantuan susu pertumbuhan dan tambahan dari Puskesmas Didaftarkan sebagai sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kini setelah kembali menetap di desa, Daffa rutin menerima MBG dan bantuan pangan lainnya. Keluarga juga sudah menerima BLT tunai Rp900 ribu, beras, dan minyak goreng, serta sedang diusulkan masuk Program Keluarga Harapan (PKH).

“Untuk tahun ini memang ada beberapa bantuan yang belum turun, tapi datanya sudah masuk sistem. Insyaallah cair sesuai aturan. Semuanya ada bukti administrasi dan tanda tangan kader,” tegas Yuliana meluruskan isu yang menyebut anak ini tidak pernah mendapat bantuan.

Langkah Lanjutan
Pengukuran terakhir Juni 2026 mencatat berat badan Daffa 7,6 kg dan tinggi 76 cm. Sebagai langkah optimalisasi, tim Puskesmas akan segera merujuk Daffa berkonsultasi langsung ke Dokter Spesialis Anak di RSUD Dr. H. Bob Bazar, SKM.

“Ini perjalanan panjang dari kandungan hingga sekarang. Kami terus berupaya maksimal lintas sektor demi tumbuh kembang Daffa yang lebih baik,” pungkas Yuliana.(**)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *