RILIS INDONESIA.COM – BANDAR LAMPUNG – Ancaman bullying, penyalahgunaan narkotika, dan minuman keras (miras) menjadi perhatian serius Gerakan Anti Narkotika Miras Nasional (GANMN). Edukasi mengenai persoalan tersebut digelar di SMP Negeri 29 Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk memahami bahwa tekanan sosial dan lingkungan pergaulan dapat menjadi pintu masuk munculnya berbagai perilaku berisiko.
Tidak hanya membahas bahaya narkotika dan miras, GANMN juga mengajak pelajar memahami persoalan bullying dari dua sudut pandang: korban maupun pelaku.
Bagi korban, perundungan dapat meninggalkan dampak serius terhadap rasa percaya diri dan kenyamanan dalam mengikuti kegiatan belajar maupun berinteraksi dengan lingkungan.
Sementara dari sisi pelaku, perilaku bullying juga perlu dilihat dari berbagai faktor yang melatarbelakanginya, termasuk tekanan kelompok, kebutuhan mendapatkan pengakuan, maupun pengaruh lingkungan.
Ketua Umum GANMN, Dr. Hj. Anita Putri, M.Pd., dalam kegiatan tersebut mengajak para pelajar agar tidak mudah terbawa tekanan lingkungan dan berani mengambil keputusan yang benar.
Menurutnya, menjadi bagian dari sebuah kelompok tidak harus dilakukan dengan mengikuti setiap ajakan, terlebih jika ajakan tersebut mengarah pada bullying, narkotika, miras, maupun perilaku negatif lainnya.
Pesan yang disampaikan GANMN kepada para pelajar adalah pentingnya berani berkata tidak, berani melapor, dan berani mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.
“Generasi muda harus berani menjaga dirinya sendiri dan berani melindungi teman”
Jangan sampai keinginan untuk diterima dalam pergaulan justru membawa kepada sesuatu yang dapat merusak masa depan,” demikian pesan edukasi GANMN.
GANMN menilai upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan bersama. Sekolah, orang tua, guru, dan lingkungan pergaulan memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang aman bagi pelajar.
Melalui kegiatan edukasi di SMP Negeri 29 Bandar Lampung tersebut, GANMN berharap para pelajar semakin memahami bahaya narkotika dan miras sekaligus memiliki kemampuan menghadapi tekanan sosial secara sehat. Stop bullying. Tolak narkotika. Jauhi miras. Berani berkata tidak demi masa depan.(Red)
