Mirís! Serda TNI AU di Magetan Tewas Diduga Dianiaya Senior Gara-gara Salah Beli Mi Goreng

NIZAR ROMHADON
1 Menit Baca
Serda Ahmad (almarhum) saat bersama ayahnya, Toni.(Foto: detikcom)

RILIS INDONESIA.Com – Magetan – Toni menatap sedih jenazah anaknya. Mata sembab, suara bergetar. Serda Ahmad Muzammul Farisa, prajurit TNI AU kebanggaannya, pulang dalam keadaan tak bernyawa.

Alasannya terdengar sepele. Dan itu yang membuat Toni tak bisa menerima.“Anak saya disuruh beli makanan. Mintanya mi goreng. Yang dibawa mi kuah,” kata Toni lirih kepada detikJatim, Jumat (11/9/2026) dini hari.

Kalimat itu yang diduga memicu amarah empat orang senior di asrama Magetan, Jatim.

Menurut Toni yang juga menjabat Kabag Protokol Setda Madiun, penyiksaan terjadi dua kali.

- Advertisement -

Pertama Rabu malam, 9 September 2026 pukul 23.00 WIB. Kedua, dini hari Kamis pukul 03.00 WIB.

“Info yang saya dapat ada dua kali penganiayaan. Yang terakhir itu pas pukul 03.00 WIB. Pukul 04.00 WIB saya ditelepon temannya. Anak saya sudah meninggal,” ucapnya.

Toni tak menyangka persoalan makanan bisa merenggut nyawa anaknya. Kini Toni hanya punya satu permintaan: keadilan untuk anaknya, Ahmad.

Kasus ini memukul keluarga dan publik. Bagaimana bisa, sebuah kesalahan kecil di asrama berakhir dengan nyawa melayang. Hingga berita ini ditulis, pihak terkait masih menunggu proses hukum lebih lanjut.(detikcom/MRI)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *