Diduga Berjalan Tanpa Plang Proyek, Anggaran Pembangunan Kantor KUA Sidomulyo Capai Rp1 Milyar

ELVIANA.A.Md.KL
2 Menit Baca

RILIS INDONESIA‎.Com – SIDOMULYO – Pembangunan kantor KUA di wilayah Sidomulyo dikabarkan berjalan tanpa plang proyek yang seharusnya terpasang. Kondisi ini memicu dugaan pelanggaran prosedur dan aturan keterbukaan informasi publik dalam pelaksanaan proyek pembangunan, Senin (12/10/2026).

‎Berdasarkan informasi yang diterima, proyek pembangunan kantor KUA tersebut disebutkan memiliki nilai anggaran mencapai lebih dari Rp1 miliar. Namun yang menjadi sorotan, tidak ditemukannya plang informasi proyek yang terpasang di lokasi pembangunan.

‎Ketika awak media mendatangi lokasi dan menanyakan keberadaan plang proyek, salah satu pekerja yang ditempat di lokasi memberikan jawaban yang mencurigakan.

‎”Plangnya ada, tapi sudah dilepas,” ujarnya singkat.

- Advertisement -

Pekerja tersebut tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengapa plang yang seharusnya terpasang selama masa pelaksanaan proyek justru dilepas.

‎Ketentuan yang berlaku mewajibkan setiap proyek pembangunan yang menggunakan dana publik untuk memasang plang proyek yang memuat informasi jelas meliputi nama proyek, nilai anggaran, sumber dana, pelaksana, pengawas, serta jadwal pelaksanaan pekerjaan. Plang tersebut harus terpasang dan mudah dilihat oleh masyarakat umum selama proyek berlangsung.

‎Ketidakberadaan plang proyek di lokasi pembangunan yang bernilai besar ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Tanpa adanya plang, masyarakat kesulitan memperoleh informasi akurat mengenai rincian anggaran, pihak yang bertanggung jawab, serta jadwal penyelesaian pekerjaan tersebut.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang berwenang yang memberikan penjelasan resmi terkait dugaan pelanggaran ini. Awak mediari akan terus menelusuri informasi lebih lanjut dan menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan tanggapan resmi atas permasalahan ini.

‎Masyarakat yang memiliki informasi terkait proyek ini dipersilakan menyampaikannya melalui kanal mediari untuk kebenaran dan transparansi pembangunan di daerah kita.(ZHOE)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *