RILIS INDONESIA.COM,Lampung Selatan — Ramai pemberitaan soal penggunaan lekuk Siger Lampung dan logo Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam salah satu kegiatan kepemudaan di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, kini menuai perhatian serius dari pemerintah daerah dan tokoh adat.
Selain dinilai menyalahi pakem adat karena menampilkan Siger berlekuk lima, kegiatan tersebut juga disorot lantaran diduga tidak melalui pemberitahuan resmi kepada pihak pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Lampung Selatan, Yespi Corry, S.H., M.M., menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak menerima surat atau pemberitahuan resmi, baik dari Kemenpora maupun panitia penyelenggara kegiatan tersebut acara Khaja basa muli Mekhanai Fest 2025 Bulan Oktober 2025 ini“Sampai saat ini tidak ada surat atau pemberitahuan, baik dari Kementerian Pemuda dan Olahraga maupun dari panitia pelaksana terlepas surat itu di antar pihak penyelenggara atau panitia di Dispora saya selaku pimpinan belum menerima Jadi kami tidak tahu-menahu soal kegiatan itu,” tegas Yespi Corry, Jumat Jum,at (17/10/2025).saat di konfirmasi via WhatsApp
Yespi menjelaskan, setiap kegiatan yang membawa nama lembaga pemerintah pusat terlebih menggunakan logo resmi kementerian wajib melalui mekanisme koordinasi dan pemberitahuan tertulis kepada Dispora kabupaten setempat.
“Koordinasi antar lembaga pemerintah tidak bisa hanya lewat komunikasi pribadi atau media sosial. Harus ada dokumen resmi yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.Dispora Lampung Selatan pun memastikan akan menelusuri dugaan pelanggaran penggunaan logo Kemenpora dan bentuk Siger Lampung yang tidak sesuai pakem adat.
“Kami akan pelajari dulu duduk persoalannya, karena ini menyangkut nama baik daerah dan juga institusi,” pungkas Yespi Corry.Pihak
Penyelenggara Klaim Sudah Berupaya Koordinasi sementara itu, Roni, warga Desa Sukaraja kecamatan Rajabasa Lampung Selatan sekaligus perwakilan Yayasan Perisai Nusantara Future selaku pelaksana kegiatan, mengaku pihaknya telah berupaya melakukan koordinasi dengan Dispora sebelum acara digelar.
“Izin, Bang. Sebelum pamflet jadi, kami sudah konfirmasi ke Dispora bahwa akan melaksanakan kegiatan di Rajabasa. Hanya saja, saat itu Kadis dan Kalaksa belum ada di tempat. Kami juga sudah kirim pesan pribadi untuk menyampaikan rencana kegiatan, dan surat resmi masih kami tunggu dari Kemenpora RI,” jelas Roni saat dikonfirmasi.Ia menambahkan, pihaknya sempat datang ke kantor Dispora untuk menyerahkan surat dari Kemenpora, namun belum berhasil bertemu pejabat terkait karena sedang ada kegiatan pembinaan pemuda di luar kantor.
Roni juga mengirimkan salinan surat dalam format PDF yang disebutnya berasal dari Kemenpora.
Roni bahwa koordinasi tidak dilakukan melalui media sosial, melainkan informasi awal kegiatan memang diperoleh dari unggahan akun resmi Kemenpora di Instagram.
“Sebenernya bukan koordinasi melalui Instagram, Pak, tapi pengajuan kami berdasarkan info kegiatan yang kami lihat di Instagram. Untuk surat resmi dari Kemenpora itu dikirim langsung via WhatsApp ke panitia,” terangnya.
(HP)

