RILIS INDONESIA.Com – Al Mughayyir, – Dua remaja Palestina tewas ditembak pasukan dan pemukim Israel saat menyerbu Desa Al Mughayyir, Tepi Barat, Rabu (2/9/2026).
Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan penembakan terjadi ketika warga mencoba menghalangi para pemukim.
Dua korban bernama Mohammad Na’ssan, 16 tahun, dan Khalil Abu Aliya, 19 tahun, meninggal akibat luka tembak.
Saksi mata menyebut penembak jitu Israel sudah lebih dulu bersiaga di atap rumah warga sebelum penyerbuan.
Desa ini bukan kali pertama diserang. Dalam beberapa bulan terakhir Al Mughayyir kerap menjadi sasaran pasukan dan pemukim Israel.
Data terbaru menyebut setidaknya 79 warga Palestina tewas di Tepi Barat sejak awal 2026. Sebanyak 19 di antaranya anak-anak.
Sementara 1.870 orang lainnya terluka.Kekerasan juga terjadi sehari sebelumnya. Pada Selasa (1/9/2026) pasukan Israel menembakkan gas air mata ke dalam masjid di Madama.
Beberapa jam sebelumnya, pemukim dilaporkan mencoba membakar masjid di Kota Bazariya. Pihak militer Israel berdalih masuk ke desa untuk mengamankan warga dan polisi yang sedang mengambil hewan ternak.
Mereka menyebut telah menembak “provokator” yang melempari petugas dengan batu. Namun narasi itu ditolak Palestina dan lembaga internasional.
Mereka menilai tindakan tersebut melanggar hukum humaniter internasional. Isu yang kembali mencuat ada 3. Yakni, legalitas pendudukan, penggunaan senjata terhadap warga sipil, dan status pemukiman Israel yang dianggap ilegal oleh PBB.
Bahkan sekutu Israel mulai bersuara. Bulan lalu Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengecam pengepungan pemukim terhadap rumah warga Palestina di Qusra selama tiga pekan.
Kini Uni Eropa juga mempertimbangkan larangan impor barang dari wilayah pendudukan Israel.Hingga berita ini ditulis, belum ada penyelidikan resmi dari kedua pihak.
(berbagai sumber/MriNews)
