Proyek Rp 15 Miliar KNMP di Ketapang Minim Keterbukaan, Kades: “Silahkan Hubungi Joner Butar Butar

Redaksi MRI
Oleh
Oplus_16908288

RILISINDONESIA.Com, Lampung Selatan
Sorotan publik mengarah pada pelaksanaan proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, yang dinilai minim keterbukaan informasi.

Proyek dengan nilai sekitar Rp15 miliar lebih ini bersumber dari APBN Tahun 2025 dan berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan pelaksana PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Berdasarkan data publik dan hasil pantauan lapangan, proyek tersebut mencakup 19 unit bangunan dan 25 item fasilitas nelayan, serta menjadi bagian dari program nasional KNMP senilai Rp2,2 triliun untuk tahap awal secara nasional.
Adapun kegiatan ini tertuang dalam kontrak nomor: B.5058/DJPT.6/PI4.420/PPK/IXX/2025.

Menanggapi sorotan publik, Kepala Desa Ketapang, Hamsin, mengaku telah berupaya mencari kejelasan mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

“Saya sudah menemui langsung pihak rekanan kontraktor, Bang. Tapi mereka menyarankan agar pihak media Rilis Indonesia menghubungi Pak Joner Butar Butar, Kabid Tangkap di Dinas Perikanan Lampung Selatan,” ujar Hamsin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (24/10/2025).

Hamsin menjelaskan, pihak desa sama sekali tidak dilibatkan dalam proses kegiatan proyek tersebut.

- Advertisement -

“Terkait keterlibatan kami sebagai aparatur desa dalam kegiatan itu, tidak ada, Bang. Waktu itu Pihak dari rekanan datang menemui saya dan mengatakan bahwa kegiatan ini dijalankan atas perintah Pak Prabowo Subianto. Katanya proyek ini dilaksanakan di desa kami,” jelasnya.

Meski tidak terlibat langsung, sejumlah warga setempat turut bekerja sebagai buruh kasar dalam proyek tersebut.

“Untuk tenaga buruh kasar memang sebagian masyarakat kami dilibatkan oleh pihak kontraktor. Namun, terkait dana atau anggaran kegiatan, kami hanya diberi Rp2 juta sampai kegiatan selesai — bukan per bulan atau semacamnya. Itu pun sudah kami masukkan dalam APBDes tahun depan. Yang menemui saya pertama kali itu salah satu rekanan kontraktor dari PT Adhi Karya (Persero),” tambahnya.

Kendati demikian, Hamsin tetap menyampaikan rasa syukur atas adanya pembangunan di wilayahnya.

“Ya, walaupun kami tidak dilibatkan secara langsung, kami tetap bersyukur karena desa dan wilayah kami dibangun. Semoga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya menutup percakapan.

Diketahui, Joner Butar Butar saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun Rilis Indonesia di kantor Dinas Perikanan, Joner tidak berada di tempat saat dikunjungi. Menurut staf, ia tengah berada di Desa Ketapang bersama Pak Tri, penyuluh perikanan.

Hingga berita ini diterbitkan, Joner Butar Butar yang dihubungi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan, begitu pula pihak dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang belum mengeluarkan keterangan resmi terkait keterbukaan informasi publik mengenai proyek tersebut.

Sebagai catatan, proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan salah satu program strategis nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas penunjang, serta penguatan ekonomi nelayan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Lampung Selatan.(Team)


Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *